Archive for the 'Recent Matters' Category

I’ve been tumbled!

Tuesday, June 3rd, 2008

Finally, I’ve found what I had been craving for.

It is a tumblelog, a concept that came from blog with a more relaxed contents and much simplicity.

From now on I’ll be more active on exploiting my tumblelog.

See you there!

Jakarta akan bangun Orchard Road?

Wednesday, May 14th, 2008

Oh, come on! What a big joke…

Macet aja belum teratasi, malah bikin magnet pembuat macet.

Have they lost their mind?

Siapa yang mindahin keju gw?

Tuesday, May 13th, 2008

Setelah membaca buku “Who Moved My Cheese” karya Dr. Spencer Johnson, membuat saya semakin tersadar betapa perubahan tidak bisa ditolak. Perubahan akan terus datang, siap atau tidak.

Satu catatan penting dari buku ini adalah, terus bergerak jauh lebih aman daripada berdiam diri tanpa berusaha.

Penting untuk diingat, jika sudah meraih kesuksesan, jangan terlalu lama terlena. Karena “keju” yang sedang kita nikmati pasti akan habis atau busuk dimakan rayap.

Semakin cepat kita sadar untuk segera meninggalkan “keju” yang makin usang tersebut untuk mencari “keju” yang baru, maka akan semakin baik.

Bergeraklah terus mencari “keju” yang baru, setelah menyadari “keju” yang lama sudah semakin berumur.

Intinya, antisipasi perubahan. Karena perubahan adalah kepastian. Tidak peduli apakah anda sudah siap atau tidak.

Keajaiban seorang Hee Ah Lee

Thursday, May 1st, 2008

Hee Ah Lee, adalah seorang perempuan Korea yang lahir dalam keadaan cacat. Dia menderita Phocomelia, yaitu sebuah cacat bawaan lahir yang membuat pertumbuhan tulang panjangnya terhambat.

Tapi hal itu tidak menyurutkan perempuan berumur 20 tahun ini untuk mendalami piano klasik. Dengan lihai dia memainkan piano dengan keempat jumlah jarinya (ya, hanya empat!) yang terbatas, ditambah lagi dengan kedua tungkai kakinya yang juga tidak sempurna untuk memainkan pedal piano yang dengan terpaksa dimodifikasi ulang agar bisa dijangkau olehnya.

Tapi toh kekurangan itu tidak membuat dia patah arang. Lihat saja permainannya, dengar bagaimana dinamika yang dia suguhkan, perhatikan interpretasi yang dia bawakan dari repertoar klasik yang dia gemari. Dijamin sulit sekali untuk mempercayai semua itu hanya dimainkan dengan empat jari.

Terima kasih Hee Ah Lee. Anda membuat saya menyadari bahwa tidak ada yang tidak mungkin dicapai jika kita mau berusaha.

Ah, semangat belajar piano pun semakin berkobar. Semoga bukan semangat yang sejenak belaka.

Hee Ah Lee - Frédéric Chopin - Fantaisie-Impromptu, Op. 66

Quote of the Day

Wednesday, April 23rd, 2008

No good deed goes unpunished.

Habis Gelap Terbitlah Terang…

Monday, April 21st, 2008

Selamat Hari Kartini!

Rambling thought(s)…

Monday, April 14th, 2008

Subjectivity at its best…

hmm!

Passing thought(s)….

Sunday, March 30th, 2008

an information overloaded era?

… are we here, yet?

Speedtest dari Hotel Sari Pan Pacific Jakarta

Saturday, March 8th, 2008

Port HTTP dan FTP dibuka :)
Sayang harganya cukup mahal!

Hitungan per jam sekitar Rp. 3500 per jam. Untuk pemakaian satu hari penuh atau 24 jam dikenakan biaya hampir sekitar Rp.150.000 per 24 jam.

Dua Malam di Bandung

Tuesday, February 19th, 2008

Tadi malam baru saja pulang dari Bandung. Banyak pengalaman baru yang mengesankan. Kota Bandung benar-benar jauh berbeda dibandingkan Jakarta. Cuacanya lebih bersahabat dan udaranya sejuk. Benar-benar tempat yang menyenangkan.

Yang lebih menyenangkan lagi kami tidak perlu keluar biaya untuk penginapan. Untungnya ada saudara yang berbaik hati mengizinkan kami untuk menginap di rumah mereka. Rumahnya sendiri berlokasi di Lembang.

Di dalam rumah ada studio mini lengkap dengan instrumennya. Kami pun sering tak tahan untuk bermain-main dengan instrumen tersebut, terlebih lagi dengan sound module Roland yang punya sound bank segudang.

Adik saya, Dayat, ternyata ada janji untuk bertemu teman-temannya di Common Room. Tempat ini menurut Gustav sang pendirinya ditujukan untuk membangun jaringan komunitas media artists. Di tempat tersebut mereka bisa saling bertukar pikiran, berdiskusi, yang mungkin saja berlanjut menjadi mengerjakan project bersama, dan banyak kemungkinan lainnya.

Saya jadi tertarik untuk ikut dengan dia karena teman yang akan dijumpainya adalah seorang programmer dan software developer independen bernama Jaromil, yang salah satu karyanya adalah sebuah distro Linux bernama dyne:bolic, sebuah distro khusus yang ditujukan untuk para media artists.

Pertemuan itu sendiri berlangsung menyenangkan. Kami banyak membahas hal-hal menarik terutama perihal peristiwa meninggalnya beberapa pengunjung sebuah konser underground di Bandung. Wacana yang muncul akibat kejadian tersebut adalah dilarangnya konser musik underground untuk kembali diadakan, sebuah hal yang menurut Gustav merupakan kesimpulan yang salah, karena penyebab meninggalnya korban lebih banyak disebabkan mismanagement panitia acara.

Gustav juga mengemukakan perihal creative economy, yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi kota Bandung belakangan ini. Menurut Gustav pemerintah sendiri terlambat menyadari hal tersebut. Banyak sekali tenaga-tenaga kreatif yang memulai tanpa bantuan dukungan maupun fasilitas apapun, tapi toh mereka tetap bisa maju terus dalam berkarya.

Kebetulan juga dalam pertemuan itu hadir Michael Sheridan, seorang filmmaker yang berspesialisasi pada video documentary dan video installation. Dia sendiri sedang mengajar di ITB (sebagai dosen tamu, mungkin?). Orangnya sangat pintar. Banyak sekali topik menarik yang didiskusikan mulai dari pandangan politik dia sebagai seorang US citizens, perihal futurist yang dia anggap sebagai escapist, dan banyak diskusi menarik lainnya. Dia juga mengkritik consumerism, yang memang menemukan tempat idealnya di negara dunia ketiga, terutama di Indonesia.

Banyak sekali yang ingin dituliskan sebenarnya, mungkin akan dilanjutkan di bagian berikutnya.