Archive for the 'Musical things' Category

Keajaiban seorang Hee Ah Lee

Thursday, May 1st, 2008

Hee Ah Lee, adalah seorang perempuan Korea yang lahir dalam keadaan cacat. Dia menderita Phocomelia, yaitu sebuah cacat bawaan lahir yang membuat pertumbuhan tulang panjangnya terhambat.

Tapi hal itu tidak menyurutkan perempuan berumur 20 tahun ini untuk mendalami piano klasik. Dengan lihai dia memainkan piano dengan keempat jumlah jarinya (ya, hanya empat!) yang terbatas, ditambah lagi dengan kedua tungkai kakinya yang juga tidak sempurna untuk memainkan pedal piano yang dengan terpaksa dimodifikasi ulang agar bisa dijangkau olehnya.

Tapi toh kekurangan itu tidak membuat dia patah arang. Lihat saja permainannya, dengar bagaimana dinamika yang dia suguhkan, perhatikan interpretasi yang dia bawakan dari repertoar klasik yang dia gemari. Dijamin sulit sekali untuk mempercayai semua itu hanya dimainkan dengan empat jari.

Terima kasih Hee Ah Lee. Anda membuat saya menyadari bahwa tidak ada yang tidak mungkin dicapai jika kita mau berusaha.

Ah, semangat belajar piano pun semakin berkobar. Semoga bukan semangat yang sejenak belaka.

Hee Ah Lee - Frédéric Chopin - Fantaisie-Impromptu, Op. 66

Blues, musik yang meratap dan meraung….

Monday, April 14th, 2008

Coba mainkan scale berikut ini di keyboard atau gitar :

C-Eb-F-Gb-G-Bb-C

Berimprovisasilah! Rasakan keajaibannya!

Classic Rock Music : Revisited

Sunday, September 30th, 2007

Sudah lama sekali rasanya tidak mendengarkan musik rock. Salah satu artikel dari Pak Budi akhirnya membuat perasaan deja vu itu muncul kembali. Teringat kembali masa-masa SMP dan SMA ketika sedang gandrung-gandrungnya mendengarkan Genesis, Deep Purple, Led Zeppelin, Emerson Lake & Palmer, sampai Queen dan the Beatles. Teringat kembali gaharnya gebukan drum John Bonham, urakannya Ritchie Blackmore, teknik mumpuni seorang Keith Emerson (yang selalu setia membawa serta synthesizer raksasanya setiap kali manggung), sampai kematangan komposisi lagu dari Queen dan the Beatles.

Musik rock memang penuh kejutan dan tantangan. Di satu sisi musik rock juga mewakili kebebasan berekspresi tetapi berbarengan juga dengan unsur maskulinitas, gahar istilahnya. Bahkan musik blues yang penuh rintihan bisa terlihat gahar ketika dileburkan dengan rock, sama halnya ketika rock menjadi penuh kerumitan ketika dileburkan dengan jazz (yang kita kenal kemudian dengan nama fusion). Rock yang bercikal bakal dari rock n roll itu memang musik favorit sepanjang masa.
Read the rest of this entry »

Jazz dan Demokrasi

Thursday, September 6th, 2007

image courtesy of milesdavis.com

Jazz, apapun bentuknya selalu dikonotasikan dengan musik yang rumit dan memerlukan tingkat keahlian bermusik yang tinggi untuk memainkannya. Terkadang musik Jazz terdengar begitu mellow seperti membawa pendengarnya menuju perasaan terdalam yang sedang dirasakan oleh musisi yang sedang membawakannya. Jazz lahir dari komunitas kulit hitam Amerika yang pada era tersebut masyarakat kulit hitam merupakan minoritas yang selalu ditindas dan ditekan. Berawal dari ragtime dan blues, yang merupakan genre asli yang berasal dari komunitas kulit hitam, menjelma sebuah genre baru bernama Jazz.
Read the rest of this entry »