LCD Monitor, Investasi yang Menguntungkan?
October 1st, 2007Sejak mengganti monitor CRT tua 17″ dengan monitor berlayar LCD 19″ beberapa waktu yang lalu, tampaknya mulai kelihatan banyak sekali perbedaan mencolok diantara keduanya. Faktor pertama adalah kenyamanan di mata. Memelototi layar CRT 17″ secara terus-menerus seringkali membuat kepala pusing dan mata perih. Hal ini cukup mengganggu karena sering merusak konsentrasi ketika bekerja. Tetapi apa yang ditawarkan oleh layar LCD sungguh pengalaman yang berbeda. Sejak siang kemarin sampai pagi ini saya masih terus betah di depan layar sambil blogwalking, chatting, kronologging, blogging, membaca artikel, mendengarkan last.fm, download lagu, dan kegiatan lainnya. Mungkin gara-gara kopi yang diminum saat buka puasa kemarin membuat mata terus melek. Hal ini tentu sangat jarang terjadi jika menggunakan monitor CRT.
Yang saya tahu adalah monitor CRT memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi dibandingkan LCD. Belum lagi refresh rate yang cenderung rendah pada monitor CRT. Mungkin faktor yang membuat mata cepat lelah adalah berasal dari pantulan tabung kaca CRT yang memang membuat fokus mata harus bekerja lebih keras dalam melihat pantulan cahaya atau fokus ke layar. Hal demikian tidak terjadi pada monitor LCD, dengan catatan monitor LCD tersebut memiliki lapisan matte, bukan glossy. Teknologi LCD juga menggunakan daya yang jauh lebih hemat dibandingkan CRT dan lebih ringkas bentuk fisiknya.
Layar laptop yang umumnya memiliki lapisan glossy coating terkadang juga memantulkan cahaya lampu yang cukup mengganggu, apalagi jika cahaya yang dipantulkan adalah lampu yang memiliki watt besar. Memang rule of thumb-nya, semakin redup cahaya di sekitar anda maka semakin baik kualitas layar berlapis glossy coating. Anda bisa mencobanya sendiri dengan mematikan lampu kamar misalnya. Jika anda bekerja di ruangan yang terang, akan lebih baik jika anda memilih layar dengan lapisan matte. Tetapi jika anda penggemar berat film, layar glossy tidak akan mengecewakan anda. Untuk film memang terlihat sangat baik di layar glossy.
Jadi menurut saya, monitor LCD merupakan investasi yang menguntungkan dibandingkan monitor CRT. Setidaknya LCD mungkin masih layak digunakan untuk 2 atau 3 tahun ke depan. Boleh dibilang industri monitor LCD sudah sampai tahap mature-nya. LCD sendiri kemungkinan besar akan digantikan dengan teknologi baru yaitu OLED (Organic Light-Emitting Diode).
Pilihlah monitor yang sesuai dengan kebutuhan anda, entah itu matte atau glossy. Pertimbangkan juga response time dibawah 5 ms untuk film dan 8 ms jika anda lebih banyak bekerja dengan teks. Response time yang tinggi akan mengurangi efek ghosting yang kerap terlihat jika komputer memproses frame gambar yang bergerak cepat. Jangan lupa juga spesifikasi dari contrast ratio minimal 500:1 atau lebih. Semakin tinggi contrast ratio umumnya semakin baik.
Terakhir yang paling penting, lihatlah resolusi yang ditawarkan oleh monitor LCD tersebut. Pilihlah monitor LCD yang menawarkan resolusi wide-screen, karena akan memberi ruang horizontal yang lebih lebar untuk anda bekerja. Untuk monitor LCD 19″ pilihlah yang memberikan resolusi maksimal 1440×900 WSXGA+ (16:10) atau lebih tinggi. Untuk monitor 17″ masih jarang yang menawarkan resolusi wide-screen walaupun ada beberapa vendor yang menawarkannya. Tetapi selisih harga yang tidak begitu jauh dengan monitor 19″ membuat pilihan terbaik berada pada layar berukuran 19″. Untuk ukuran yang lebih tinggi seperti 20″, 23″, atau bahkan 30″ spesifikasi yang harus dipertimbangkan tidak begitu jauh berbeda kecuali untuk masalah resolusi maksimal masing-masing yaitu sebesar 1680 x 1050, 1920 x 1200, dan 2560 x 1600 pixels.
Keuntungan dari menggunakan monitor wide screen adalah kemampuannya menyediakan real estate yang lebih luas secara horizontal. Ini akan sangat membantu anda bekerja dalam menggunakan spreadsheet, membaca pdf dengan tampilan dua sisi halaman sekaligus, menonton film dengan format wide screen, mengedit foto atau video dengan menempatkan tools di sisi kiri dan kanan, dan masih banyak kemudahan lainnya. Perhatikan juga video card (kartu VGA) anda apakah mampu mendukung resolusi maksimal monitor anda. Umumnya kartu grafis keluaran tiga hingga lima tahun belakangan ini biasanya sudah mendukung resolusi tampilan hingga 2560 x 1600 pixels. Periksa kembali manual komputer anda. Selamat bekerja!