Pelayanan Kesehatan di Indonesia

October 4th, 2007

Melihat acara Terapi Sehat di TVRI, menyadarkan saya bahwa masyarakat Indonesia sangat membutuhkan pelayanan kesehatan (healthcare) yang berkualitas. Dalam siaran langsung tersebut, seorang sinshe dibantu dua orang presenter membawakan acara dimana pemirsa televisi dapat menelepon dan berkonsultasi langsung secara interaktif.

Kita tahu sendiri kalau sinshe bukanlah keluaran dari fakultas kedokteran. Tidak ada program kedokteran yang ditujukan untuk mencetak sinshe. Mereka melakukan praktek pengobatan semata-mata karena pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan seiring waktu berjalan. Tidak ada proses formal dalam menjadi seorang sinshe.

Tapi toh masyarakat tidak peduli. Mereka rela melakukan apa saja demi mendapat kesehatan. Menyadari biaya kesehatan di Indonesia yang sangat mahal dan penuh dengan malpraktek, solusi alternatif pun jadi pilihan. Mereka hanya ingin sehat, terlepas pengobatan itu sesuai dengan kaidah baku ilmu medis atau tidak.

Banyak masyarakat yang dikecewakan oleh sistem pelayanan kesehatan nasional. Mahalnya biaya seolah-olah membuat kesehatan hanya berhak dinikmati oleh orang yang memiliki banyak uang. Biaya yang mahal tersebut anehnya seringkali tidak diikuti dengan layanan yang baik. Malpraktek seringkali terjadi. Pasien pun seringkali bersikap pasrah dengan tidak melakukan tuntutan hukum sama sekali. Kepasrahan mereka sebenarnya cukup beralasan karena mereka juga mengerti bagaimana bobroknya sistem peradilan di Indonesia.

Banyak sekali yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya adalah mengubah paradigma berpikir untuk menjadi seorang dokter. Banyak orang berniat menjadi dokter untuk memperoleh kekayaan dan kehormatan. Ketika mereka memutuskan untuk menjalani proses tersebut, ternyata apa yang mereka alami tidak semudah yang dibayangkan. Banyak proses berat yang harus dilalui. Mulai dari durasi belajar yang sangat lama, belum lagi harus praktek ke daerah-daerah terpencil. Setelah itu harus membuka praktek dan melanjutkan sekolah lagi untuk mengambil spesialisasi. Benar-benar jalan yang sangat panjang dan berliku untuk mendapatkan kekayaan.

Untuk itu, pemikiran dan niat awal dalam menjadi seorang dokter harus dirubah. Menjadi dokter berarti menjadi pelayan kesehatan. Ya, menjadi “pelayan”. Seorang dokter harus mempunyai niat yang tulus dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka yang berniat menjadi dokter haruslah karena panggilan hati untuk menolong orang lain. Tanpa dorongan dari hal tersebut, pilihan menjadi dokter akan menjadi mimpi buruk bagi yang menjalankannya.

Mengenai sikap melayani, mungkin artikel dari Boy Avianto bisa menjelaskan kenapa masyarakat Indonesia kurang mampu memberi pelayanan yang baik.

2 Responses to “Pelayanan Kesehatan di Indonesia”

  1. Winnie Says:

    nice posting :)

  2. indah Says:

    Kenapa kita lebih banyak kelemahannya daripada kelebihannya?
    Saya rasa mungkin karena dalam tahap pembangunan.

Leave a Reply