Warnet Mac?
September 13th, 2007Saya punya ide untuk membuka usaha warnet dengan OS Mac. Usulan untuk membuka usaha ini bermula dari ide adik saya untuk membuka sebuah game center. Yah, hitung-hitung belajar menjadi entrepreneur. Dia mengusulkan untuk membuka sebuah game center karena memang terbukti cukup laris saat ini. Hal ini tidak terlepas dari berkembang pesatnya industri game on-line di Indonesia. Keunggulan dari game center ini adalah efisiensinya yang sangat tinggi, bisa mencapai 10 jam per komputer (bahkan lebih!). Latar belakang ketertarikan dia untuk membuka warnet dikarenakan kesenangan dia sendiri bermain game di game center yang bertebaran di Jogja.
![]()
Dia meminta bantuan saya untuk urusan konfigurasi komputer yang ideal ditinjau dari sisi kinerja dan harga (price/performance). Oke, kalau itu memang saya ahlinya. Saya juga mengutarakan bahwa untuk membuka bisnis memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari konsep hingga sampai pembukuannya. Untuk itu saya sarankan dia membuat proposal tertulis terlebih dahulu agar semua ide-ide yang muncul dapat terdokumentasikan dengan baik.
Tapi saya punya pemikiran lain. Kenapa tidak membuka warnet yang menggunakan sistem operasi Mac OS X. Dasar pemikirannya adalah sistem operasi Mac ini memiliki user interface yang sangat user-friendly, alias gampang digunakan. Kedua, yang paling penting, virus yang dibuat untuk Mac belum banyak. Jadinya tentu tidak akan serepot dalam menggunakan OS lain. Tidak ada lagi acara scan virus, trojan, spyware, dan semua ancaman keamanan lainnya. Sistem operasi yang berbasis UNIX ini juga sudah cukup teruji keamanannya.
Oke, mari kita bandingkan dengan Linux. Kebetulan teman saya sudah membuka usaha warnet dengan sistem operasi berbasis Linux. Sistem operasi ini sangat reliable. Security yang ditawarkan juga mumpuni. Akan tetapi user interface yang ditawarkan agaknya kurang akrab di benak para pengguna yang sebagian besar pemakai Windows. Walaupun ini bisa diatasi dengan sedikit panduan dari operator atau menggunakan distribusi Linux yang memang dirancang untuk kemudahan pemakaian seperti Ubuntu misalnya. Keuntungan tambahan dari OS ini adalah membantu memotong anggaran awal dengan signifikan, karena tidak harus mengeluarkan biaya lagi untuk menggunakan lisensinya.

Alternatif OS lain, yaitu Windows, memang sudah sangat umum dipakai oleh sebagian besar calon pengguna. Mereka tidak perlu belajar lagi karena umumnya sudah terbiasa dengan sistem operasi ini. Tetapi Windows memiliki masalah besar dalam soal keamanan. Virus komputer bertebaran dimana-mana, mulai dari flashdisk, disket, situs web, e-mail, dan sebagainya. Hal ini tentunya menambah kerepotan dalam maintenance harian operasional warnet. Kesan yang ditimbulkan selama ini adalah public computer merupakan tempat bersarangnya virus dan ancaman data lainnya. Persepsi ini sangat sulit dirubah jika tetap menggunakan Windows. Belum lagi harga lisensi Windows yang cukup mahal.
Menggunakan Mac OS X tentunya harus membeli unit komputer dari Apple. Banyak alternatif yang bisa dipilih. Salah satunya adalah dengan menggunakan Mac mini. Selain harganya yang murah, unit display dan input juga dapat dibeli secara terpisah. Desain yang menarik dan atraktif dari Apple tentunya menjadi nilai tambah tersendiri dalam menarik minat pelanggan. Akan tetapi warnet model seperti ini agaknya lebih tepat dilokasikan di daerah yang memiliki banyak ekspatriat atau daerah yang dekat dengan universitas atau perkantoran. Warnet juga harus didukung dengan perlengkapan lain seperti laser printer, scanner, photocopier, bahkan coffee-maker! Ya, visi dari warnet ini adalah menyediakan tempat yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa perlu direpotkan oleh ancaman kehilangan data dibarengi dengan kemudahan pemakaian dan one-stop service.
Nah, satu lagi yang bikin bingung, bagaimana rancangan desain interior yang modern-minimalis agar sesuai dengan konsep dari Mac? Waduh, apakah saya harus sekolah arsitektur juga ya?
September 17th, 2007 at 2:21 pm
idenya keren sih, tapi seberapa familiar user dengan OS MAC? nanti ujung”nya mirip warnet Linux, karena warnet kan untuk publik, dan tentunya dengan kemampuan yang berbeda-beda antar user.
NB:
klo jadi bikin nih warnet… mau dunk jadi membernya… hehehe
September 18th, 2007 at 3:23 am
Masukan yang sangat bagus, terima kasih.
Nah, untuk membantu user agar familiar, saya pikir layanan/service menjadi pertimbangan utama.
Operator disini harus pro-aktif untuk membantu user. Jadinya tidak usah harus menunggu melihat user terlihat kebingungan baru dibantu.
Di setiap meja idealnya disediakan sebuah leaflet khusus berisi tutorial singkat dan simpel seperti bagaimana menjalankan dan menggunakan browser, bagaimana memjalankan aplikasi word processing, dan sebagainya.
Dibawahnya dicantumkan juga kalimat seperti “Jangan sungkan untuk meminta bantuan dari operator. Mereka dibayar untuk membantu anda. Have fun!”
Untuk itu karyawan yang berdedikasi sangatlah penting, dengan imbalan yang harus sepadan juga.
September 19th, 2007 at 12:19 am
ga repot bos nyari karyawan yg ngerti MAC? apa ditraining dulu? asik dung… mau dunk jadi karyawannya kalo ditraining dulu mah…
September 19th, 2007 at 12:29 am
Pelatihan dasar tentu ada, tapi poin paling penting yang dilihat dari pegawai adalah bagaimana mereka mampu melayani pelanggan dengan baik, dan tanggap dengan kebutuhan pengguna.
Satu senyuman sinis dari operator atau pelanggan merasa diacuhkan, bisa menjadi bencana besar bagi kelangsungan hidup warnet ini.
Bagi saya kemampuan teknis itu bisa dipelajari. Tapi kemampuan melayani itu agaknya memerlukan sikap tenggang rasa yang tinggi.
September 24th, 2007 at 11:28 am
weyy..baru tau lo punya blog…kemana aja ya gw…hahahhahaha…good idea…sekalian gw tambahin ya…buat bikin nyaman lagi, didalem ruangan warnet berbasis macintosh ini lo tambah LCD 30″ di tengah2 yang isinya tutorial cara pemakaian macintosh…jadi orang nonton LCD nya ya tutorial…dari cara browsing internet sampe saving files di mac-os…ooo iya dengan syarat budget warnet lo mayan gede juga….hehhehehehehe…btw bilang dunk kalo dah ada blog…kan gw juga pengen baca - baca blog lo…overall, your idea is great man !!! ^^
September 25th, 2007 at 7:24 am
Thanks for your comment, man!
Ternyata udah ada yang membuka WarMac aka Warnet Mac di Surabaya.
Luar biasa menurut saya.
Links
October 27th, 2007 at 1:35 pm
menurut pengalaman saya menggunakan ubuntu selama sekitar 7 bulan ini, OS bukanlah hal yg mutlak..
@xmasada,
ada apa dengan warnet linux? ditempat saya baik2 saja tuh
, btw, anehnya orang yg paling mudah diajari adalah orang awam loh (!!) , orang yg merasa dirinya expert malah susah ngajarinya.. apriori duluan 
http://warnetubuntu.wordpress.com/2007/09/01/meningkatkan-performa-warnet/
sekedar berbagi link untuk tips untuk menigkatkan performa wnet
October 29th, 2007 at 11:30 pm
@warnetubuntu
Thanks atas pencerahannya. Saya sering mengunjungi blog anda. Banyak tulisan-tulisan yg menurut saya sangat bermanfaat. Malah sebenarnya saya terinspirasi menulis posting ini karena membaca tulisan anda.
February 19th, 2008 at 11:10 pm
Thanks atas comment-nya. Bener-bener masukan dan info yang berguna. Sekali lagi terima kasih
February 24th, 2008 at 12:17 am
Apa kabar???
Bagi yang pengen download aplikasi for mac secara gratis!!!
Silahkan aja search di blog’s saya. Dengan senag hati jika kawan2 juga menyukai mac. Saya harap info ini berguna bagi kawan-kawan yang membutuhkan.
August 9th, 2008 at 4:35 am
Bagus seh. Tapi hardware-nya harus Mac yah?
Bukankah itu sebuah “keterjajahan” lagi?
Ide membangun warnet linux dimulai dari keinginan untuk merdeka dari M****soft, dengan tuntutan lisensi dan spek hardware tinggi. Sementara dengan linux, kita “merdeka” menentukan distro apa yg dipakai (tentunya yg gratis :-)) dan hardware yg pas di kantong.
Bahkan bagi sebagian orang, linux bukan lagi sebagai alternatif melainkan pilihan satu-satunya.
Tapi sekali lagi, ide bagus tetaplah ide bagus. Dan harus tetap didukung.
Go for it.
September 20th, 2008 at 4:58 am
mazz aku perancang interior design disemarang kalo mau aku bisa mendesainkan interior warnet model macintosh, sekaligus aku borongin tu interior.utk lebih lengkap di no hpku
0888 259 6605 / 024 91342929 office : 024 7613796 mumpung dah da kantor sekarang nama kantor (innov8) jl wr. supratman no 20 smg.