Dibalik Kelezatan Foie Gras

September 8th, 2007

Pernah menikmati Foie Gras[fw? g??]? Ya, ini adalah hidangan khas Prancis yang terkenal ke seantero dunia. Hidangan yang menyajikan hati angsa (goose liver) sebagai bahan utama ini memang terkenal sangat lezat sekaligus mahal. Hati angsa yang digunakan dalam mengolah Foie Gras umumnya berasal dari angsa yang liver-nya mengalami pembesaran akibat penumpukan lemak.

Tapi hidangan ini tidak lepas dari kontroversi. Agar liver angsa mengalami pembesaran yang signifikan maka angsa-angsa tersebut dipaksa untuk makan (force-feeding) atau istilahnya disebut juga dengan gavage. Tujuan dari proses yang sangat kejam ini adalah agar angsa-angsa tersebut kegemukan sehingga membuat liver mereka membengkak. Hal ini disebabkan tubuh angsa akan menyimpan lemak dalam liver (hati) jika asupan lemak yang diterima berlebihan.

Kalau dipikir-pikir perasaan bersalah dalam menikmati Foie Gras lebih besar daripada kelezatan Foie Gras itu sendiri. Kasusnya hampir sama dengan menikmati sup sirip hiu (Shark Fin Soup). Cara memperoleh sirip hiu juga tak kurang kejamnya. Hiu yang baru saja ditangkap di tengah laut langsung dipotong siripnya hidup-hidup dan kemudian hiu-hiu tersebut dilepas kembali ke laut. Tentu saja hiu-hiu tersebut akan segera mati karena pendarahan dan tidak bisa berenang lagi karena sirip mereka telah dimutilasi. Hiii!!

3 Responses to “Dibalik Kelezatan Foie Gras”

  1. Winnie Says:

    Baru tau klo Foie Gras harus mengorbankan angsa ’sakit hati’. Untung saya gak pernah makan Foie Gras, apalagi sirip hiu… :)

  2. macchi Says:

    selain angsa untuk foie gras, peternakan hewan2 lainnya juga ngga kalah kejam.

    abbatoir, atau rumah pejagalan, waks kondisi internal di sana … saya ngga berani ngebayanginnya.

    ehhee… ps. koneksi internetnya bisa >1Mb kok bisa sih?

  3. taufikobet Says:

    Mengerikan sekali ya, demi alasan efisiensi “kekejaman” pun menjadi hal yang lumrah. :(

Leave a Reply