Seorang muslim = teroris?

August 27th, 2007

Kaget sekaligus sedih membaca berita pagi ini. Padahal berita yang dibaca hanya berita olahraga. Loh? Kenapa sedih?

Di berita itu disebutkan Mido, pemain klub Middlesbrough Inggris asal Mesir, dicemooh para supporter tuan rumah Newcastle United karena alasan yang tidak masuk akal, yaitu membawa BOM! Padahal kita tahu sendiri tidak mungkin seseorang bisa lolos membawa bom ke dalam sebuah stadion yang dijaga ketat dengan sistem keamanan yang berlapis.

Lantas kenapa dia dituduh membawa bom? Apakah karena dia seorang muslim? Apakah setiap muslim praktis sudah pasti adalah teroris?

I really don’t agree with that.

Memang sejak peristiwa 9/11 posisi umat Islam di mata dunia berubah drastis. Muslim di Amerika seolah-olah harus membuktikan ketidakbersalahan mereka setiap saat kepada orang-orang yang mereka temui. Gara-gara peristiwa tersebut setiap muslim dicap bersalah karena melakukan teror yang mereka sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya.

Hal ini tentu merupakan kenyataan yang amat menyakitkan bagi sebagian besar muslim yang rata-rata adalah moderat. Mereka adalah para muslim yang lebih mementingkan nilai-nilai keluarga dan kedamaian dalam hidup. Mereka beragama untuk mencari ketenangan jiwa dalam agama yang diyakininya, berharap kehidupan mereka akan lebih baik dengan nilai-nilai agama yang selalu menjunjung tinggi kedamaian dan kebaikan.

Tetapi apa yang mereka dapatkan adalah tuduhan yang tidak mengenakkan. Bagi seseorang yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan (virtue), dituduh sebagai teroris yang mewakili nilai-nilai keburukan (vice), merupakan sebuah penghinaan besar. Seolah-olah apa yang mereka lakukan selama ini yaitu berbuat baik dan bekerja keras dianggap sebagai kejahatan. Kenyataan pahit ini sungguh menyakitkan.

Mari berpikir positif. Hal ini lebih baik dianggap sebagai cambuk bagi setiap muslim untuk berbuat lebih baik lagi dan bekerja lebih profesional lagi dan bertindak lebih elegan lagi untuk membuktikan kepada mereka yang menuduh sembarangan bahwa kita tidak seburuk apa yang mereka anggap. Mari kita sama-sama bekerja keras untuk kehidupan yang lebih baik.

Let’s show them that we are good, too! I mean real good. For real.

Leave a Reply